Kamis, 10 November 2011

CERPEN ♥♥♥ ✿✿✿

Cinta Menjadi Sahabat

Teett..teett...teett.. bell sekolah berbunyi semua murid-murid masuk ke kelasnya masing-masing. Segawa dan Shiori juga masuk ke kelas. “Pak Ki datang..” teriak salah satu murid. Lalu murid-murid langsung duduk dan diam, karena Pak Ki adalah guru matematika yang paling killer. 

“Selamat pagi anak-anak.” Kata Pak Ki sambil melihat murid-murid. “Selamat Pagi Pak..” jawab murid-murid. Pak Ki melihat bangku Pulip dan Reza. “Kemana Pulip dan Reza..?” Tanya Pak Ki. 


Segawa langsung menoleh ke bangku Pulip, dan Shiori juga menoleh ke bangku Reza. Saat Pulip sampai di sekolah gerbang sudah di tutup, tiba-tiba Reza datang dari belakang dan dia memanggil Pulip. Lalu Pulip menoleh ke belakang. Dan Reza menghampiri Pulip dan mencoba untuk membuka gerbangnya tapi sudah di kunci, lalu Pulip panic. Reza jongkok dan menyuruh Pulip untuk naik di pundaknya.

“Pulip naiklah!” kata Reza sambil menepuk pundak. “ehhh?” jawab pulip dengan wajah yang aneh. Lalu Pulip berfikir sejenak lalu dia naik ke punggungnya Reza. “Pulip pegang pagarnya supaya kamu bisa naik!” kata Reza sambil kesakitan, karena rambut Reza di jambak Pulip. 

“eemm” jawab Pulip dengan rasa takut. Lalu Pulip bisa memanjatnya. kemudian Pulip turun, tapi Pulip malah terjatuh dan dia pingsan. “Pulip, apa kau tidak apa-apa?” Tanya Chando cemas. Tapi Pulip tidak menjawabnya. “Pulip.. Pulip..” Tanya Reza lagi. Tiba-tiba Pulip bangun dan “hyaaa…” sambil tertawa. 

Reza tersenyum. Lalu Pulip menyuruhnya untuk cepat-cepat naik pagar. Lalu Reza naik kepagar dan menuju ke kelas bersama Pulip. Tiba-tiba di depan kelas mereka berdua sudah di tunggu oleh Pak Ki. “Reza, Pulip..” kata Pak Ki dengan wajah marah. Lalu mereka berdua berhenti. 

Pulip dan Reza pun tersenyum. “kalian lari di lapangan selama pelajaran saya selesai” kata Pak Ki tangannya sambil mununjuk ke lapangan. Pulip dan Reza langsung “heehh..” dengan mata yang melotot. “cepat kalian lari, tunggu apa lagi..” kata Pak Ki. Mereka langsung menuju lapangan. 

Saat pelajaran Pak Ki selesai mereka berdua kembali ke kelas. Saat berjalan menuju kelas tiba-tiba Reza di panggil oleh Shiori “Reza” sambil berlari menuju Reza. Tapi Chando malah masuk ke kelas tanpa melihat Shiori. Saat Pulip duduk Segawa memberikan minuman untuk Pulip. 

“Pulip ini untukmu..” kata Segawa sambil tersenyum manis. Tapi Pulip hanya menundukkan kepala dan menerima minumannya. Lalu Reza menoleh ke Pulip dengan tampang cemburu. Lalu Reza keluar dari kelas.

 “ohh.. Reza mau kemana?” Tanya Shiori sambil mengejar Reza. Reza menoleh kebelakang lalu Reza menuju ke taman. “Reza..” panggil Shiori dengan membawakan minuman. “kau tidak apa-apa kan?” Tanya Shiori. 

Tapi Reza malah melihatnya dan tanpa menjawab.  “Reza tunggu disini aku akan mengambilkan makanan untukmu..” kata Shiori sambil tersenyum dan berlari menuju kelas untuk mengambil makanan. Saat Reza menoleh ke samping tiba-tiba dia melihat Pulip. Dan Pulip pun juga melihatnya dengan tersenyum. 

Saat Reza hendak memanggil Pulip, Shiori datang, lalu Pulip pergi. Shiori  duduk lalu menyuapi Reza, “aaakk..” kata Shiori. “aku tidak mau makan” Kata Reza sambil berdiri. “kenapa..?” Tanya Shiori. Tapi Reza hanya diam dan kembali ke kelas.

Saat Reza masuk dia melihat Pulip sedang bercanda-canda dengan Segawa. Reza melihat mereka berdua dengan kesal lalu Reza duduk. Shiori juga masuk ke kelas dan duduk di sebelah Reza. Tiba-tiba Pak Lee datang. 

“Selamat siang anak-anak.” “Siang Pak.” Jawab murid-murid. Saat pelajaran di mulai tiba-tiba Pulip melamunkan kejadian yang tadi pagi. Saat Pulip asyik melamunkan kejadian tadi pagi, tiba-tiba Pak Lee datang menghampiri Pulip. “Pulip apa yang kau lamunkan?” Tanya Pak Lee. 

Lalu Pulip bangun dari lamunannya. “emm maaf Pak” jawab Pulip dengan tersenyum. Pelajaran pun selesai, Pulip pergi ke taman sekolah sambil mendengarkan musik. Tiba-tiba di belakang ada Reza, dan dia menghampiri Pulip dan duduk di sampingnya. Pulip kau tidak apa-apa?” Tanya Reza sambil memandang Pulip.

 “emm tidak apa-apa?” jawab Pulip. “apa kau mengkhawatirkan ku?” Tanya Pulip sambil tersenyum dengan memandang wajah Reza. “ya aku mengkhawatirkan mu..” jawab Reza sambil tersenyum juga dan memandang Pulip.

 Lalu Pulip tertawa mendengar jawaban Reza. “sungguh?” Tanya Pulip. “ya” jawab Reza dengan tersenyum. Lelu mereka berdua saling bercanda. Tiba-tiba di belakang ada Shiori. “Reza, Pulip? Apa yang kalian lakukan?” Tanya Shiori sambil melihat Pulip sinis. 

“eemm aku sama Reza tidak ada apa-apa? Aku tadi cuman ngobrol-ngobrol saja” jawab Pulip dengan tersenyum sedih. Lalu Reza melihat Pulip. “benarkah?” Tanya Shiori lagi. “ya” jawab Pulip sambil melihat Reza. Lalu Pulip pergi ke kelas. “Reza kenapa kau bersama Pulip disini?” Tanya Shiori dengan kesal. 

Tapi Reza malah pergi meninggalkan Shiori. “Reza?.. Reza?” teriak Shiori. Saat di kelas Pulip melihat Segawa yang sedang mendengarkan music sendirian. Lalu Pulip mengkageti Segawa dan mengajak pergi ke kantin.

 Saat tiba di kantin tiba-tiba Shiori datang dan mengajak Pulip ke taman. Segawa hanya diam saja. “Pulip?” panggil Shiori. “emm” jawab Pulip. “apa kau suka dengan Reza?” Tanya Shiori pelan dengan wajah cemas.

 Lalu Pulip kaget dan melihat wajah Shiori. Lalu dia menjawab “ya? Aku suka dengan Reza…” jawab Pulip. Lalu Shiori kaget dan seakan meneteskan air mata. Tiba-tiba Pulip melanjutkan kata-katanya. “Aku.. suka dengan Reza dan juga Segawa, tapi hanya sekedar teman saja.” Jawab Pulip dengan wajah yang sedih.

Lalu Shiori tersenyum. “benarkah?” Tanya Shiori. “emm” jawab Pulip sambil memandang wajah Shiori. Saat mereka berdua saling bercanda, tiba-tiba di belakang pohon ada Segawa yang sedang mengikuti mereka berdua. 

Dan Segawa mendengarkan pembicaraan Pulip dan Shiori. Segawa pun hanya tersenyum, tapi dia juga sedih. Karena Pulip orang yang dia sayangi ternyata hanya menganggapnya teman. Lalu Reza melihat Segawa dan menghampiri Segawa. “kau ngapain di sini?” Tanya Reza. “ohh aku tidak ngapain-ngapain..” jawab Segawa dengan tersenyum. 

Lalu Segawa bertanya pada Reza “Reza apa kau suka dengan Pulip?.” Lalu Reza kaget dan melihat Segawa. Tiba-tiba Shiori melihat mereka berdua dan Shiori langsung menghampiri mereka. “Reza?” panggil Shiori. Lalu Pulip juga menghampiri mereka. “Pulip apa kau suka Reza?” Tanya Segawa. 

“Segawa? Apa maksudmu?” Tanya Shiori kesal. “Reza adalah kekasihku kau tidak boleh Tanya begitu sama Pulip?” kata Shiori kesal. Tiba-tiba Reza memotong pembicaraan “Shiori aku hanya mengaggap mu cuman sebagai teman, kenapa kau selalu bilang kalo aku ini kekasihmu, hehh?” Tanya Reza marah.

“cukup” kata Pulip. “Kita ini semua sahabat, jadi tidak akan pernah bisa menjadi pacar. Meskipun aku suka Reza pasti ada yang tersakiti di antara kita berempat.” Kata Pulip. Lalu Shiori sadar dan dia meminta maaf pada Pulip dengan menangis. 

Lalu Reza dan Segawa menghampiri Pulip dan Shiori. Dan akhirnya mereka berempat melupakan kejadian yang sudah berlalu dan akhirnya mereka bersahabatan. Dan mereka berempat akhirnaya berpelukan dan tertawa bahagia.

-SELESAI-



Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]

0 comment:

Posting Komentar